Untuk bulan September hingga Selasa (16/9/2008), ICP mencapai US$ 102,8 per barel. Angka ini lebih rendah dari perkiraan Tim Harga Minyak Indonesia sebelumnya yaitu antara US$ 112-118 per barel.
Menurut data yang dikutip dari situs Ditjen Migas, Rabu (17/9/2008), khusus harga Minas tanggal 16 September, mencapai US$ 90,28 per barel. Sedangkan rata-rata ICP Januari-16 September 2008 mencapai US$ 112,09 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan harga Minas/SLC mencapai US$ 118,74 per barel, turun US$ 19,99 per barel dari bulan Juli sebesar US$ 138,73 per barel.
Harga minyak mentah di pasar London hari ini kembali rebound setelah kemarin turun tajam dan sempat mencapai di bawah US$ 90 per barel.
Kontrak minyak jenis light pengiriman Oktober naik 2,70 dolar ke level US$ 9,35 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman November naik 2,48 dolar ke level US$ 91,70 per barel.
Harga minyak sudah turun hingga 10 dolar dalam dua hari terakhir, seiring kejatuhan pasar finansial dunia. Namun langkah penyelamatan AIG oleh The Fed mendorong kembali harga minyak.
"Saya kira aliran modal sebelumnya keluar dari pasar berjangka daan sekarang kami kembali ke masalah fundamental. Saya kira banyak investor yang mencairkan portofolio investasi berjangka komoditasnya dan akan tetap diluar," ujar Simon Wardell, analis dari Global Insight seperti dikutip dari Reuters.
(qom/ddn)











































