"Besok (hari ini) saya akan panggil beberapa BUMN yang sekiranya layak untuk melakukan buy back," ucap Menneg BUMN Sofyan Djalil di sela-sela acara buka bersama di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
Ia mengatakan, BUMN yang akan dipanggil yaitu PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Timah Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan Perusahaan Tambang Bukit Asam Tbk.
"Kalau kondisi perusahaan kuat dan cash bagus kenapa tidak lakukan buy back," ungkapnya.
Ia menambahkan nantinya saham yang dibeli emiten tersebut lewat buy back bisa menjadi treasury stock milik perusahaan tersebut. Jika suatu saat perusahaan tersebut membutuhkan tambahan dana, maka saham hasil buy back bisa dilepas kembali.
Menurutnya, pemanggilan tersebut dilakukan hanya untuk mengetahui kondisi keuangan emiten BUMN yang bersangkutan. Setelah itu baru diputuskan perusahaan mana saja yang layak untuk melakukan buy back.
"Syaratnya dilihat dari kebutuhan investasi mereka, kalau cash banyak tapi rencana investasi juga banyak tidak lakukan buy back. Tapi kalau sebaliknya, cash banyak dan tidak ada rencana ekspansi ya lakukan saja," pungkasnya. (ang/ir)











































