Subsidi Listrik Menyusut Jadi Rp 54,55 Triliun

Subsidi Listrik Menyusut Jadi Rp 54,55 Triliun

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2008 10:30 WIB
Subsidi Listrik Menyusut Jadi Rp 54,55 Triliun
Jakarta - Subsidi listrik mengalami penyusutan di pembahasan panitia anggaran DPR. Subsidi listrik yang diketok Komisi VII DPR besarannya Rp 60,43 triliun, namun di panitia anggaran, angka itu menyusut menjadi Rp 54,55 triliun.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Kamis (18/9/2008).

Rapat Panja Asumsi Panitia Anggaran DPR sendiri berakhir Rabu malam 17 Agustus pukul 21.15 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rinciannya subsidi 2009 sebesar Rp 55,24 triliun ditambah kekurangan subsidi 2007 dan 2008 sebesar Rp 5,48 triliun kemudian dikurangi langkah penghematan 2009 sebesar Rp 6,17 triliun," ujarnya.

Subsidi sebesar Rp 54,55 triliun itu dipakai dengan asumsi pertumbuhan penjualan listrik 7% dan DMO 30% batubara.

"Sehingga energy mix untuk pasokan listrik mengkonsumsi BBM 7,9 juta kiloliter, biofuel 18.000 kiloliter, gas alam 325.000 BBTU, batubara 23,5 juta ton, dan panas bumi 3,5 juta MWh," ujarnya.

Walau PLN tidak dapat menjamin tidak terjadi pemadaman 100%, PLN berjanji tahun 2009 pemadaman listrik dapat diminimalkan.

"Bila proyek 10.000 MW berhasil, tahun 2O10 dan seterusnya listrik nasional mampu merespon pertumbuhan kebutuhan listrik nasional," ujarnya. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads