Hal tersebut disampaikan Dirut Sebukit Group Marcellius Kurniawan usai penandatanganan MoU dengan PLN di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (18/9/2008).
Pembangunan PLTU ramah lingkungan ini akan dimulai tahun 2009, pembangkit yang pertama diharapkan selesai 2011, pembangkit kedua tahun 2012 dan satunya lagi tahun 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit mencapai US$ 400 juta. Biaya itu sudah termasuk engineering procurement, konstruksi, perawatan dan pengolahan gambut dan biaya financing.
Sebanyak 70 persen akan dibiayai dari kredit ekspor dan sisanya dari dari ekuitas perusahaan. Sebukit Group akan segera menyelesaikan semua bentuk perizinan dan menunjuk kontraktor utama untuk pembangunan PLTU tersebut.
Teknologi PLTU yang digunakan dari Eropa yang akan dioperasikan oleh perusahaan Korea. PLTU dibangun di atas lahan 19.350 hektar dimana 2.000 hektar diantaranya akan digunakan untuk program konservasi untuk penghijauan.
Sebukit Group sudah menunjuk PLN engineering untuk melakukan studi jumlah kapasitas yang diperlukan di Kalimantan Barat, dan ternyata hasilnya menunjukkan gambut memang paling efisien digunakan sebagai bahan energi karena tidak tersedia sumber minyak gas atau batubara. (ddn/qom)











































