Hal ini dikatakan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (18/9/2008).
"Kondisi saat ini berubah kita mencari besaran yang realistis untuk dividen BUMN di 2009. Akhirnya kami mendapat angka Rp 27,02 triliun untuk dividen murni, itu Rp 12,46 triliun dari Pertamina, Rp 12,22 triliun dari BUMN lain dan untuk BUMN minoritas diharapkan bisa mendapatkan dividen Rp 2,34 triliun, jadi total yang realistis Rp 27,02 triliun," jelas Sofyan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana Pertamina juga masih struggle seperti belum selesainya piutang-piutangnya contohnya pada PLN, kemudian harga elpiji yang tidak naik jadi memberatkan cost-nya serta Pertamina juag memerlukan capex yang besar untuk meningkatkan lifting," ujarnya.
Sofyan mengatakan apabila di tahun 2009 minyak kembali mengalami kenaikan maka pemerintah akan mempertimbangkan additional dividen dari Pertamina.
Pada kesempatan yang sama Menku Sri Mulyani juga mengatakan, dengan penurunan dividen dari semula Rp 33 triliun menjadi Rp 27,02 triliun akan berpengaruh pada postur anggaran 2009.
"Oleh karena itu kita akan terus berkomunikasi dengan panitia anggaran mengenai perubahan dan dividen BUMN di 2009," ujarnya.Β
(ir/qom)











































