Demikian disampaikan anggota Pansus dari fraksi PDIP Sony Keraf disela rapat tertutup Pansus dengan Pertamina di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (18/9/2008).
"Problem utamanya kan mengenai angket kenaikan BBM subsidi. Kuncinya di pengadaan, impor berapa, disitulah," katanya.
Sementara pembahasan lain seperti cost recovery dan lainnya memang berdampak, tapi lebih ke keuangan negara terkait penghitungan berapa subsidi yang bisa ditanggung pemerintah.
Beberapa poin yang dicermati panitia Pansus adalah mengenai siapa saja trader pemasok BBM subsidi. Bukan hanya yang menjadi pemenang, tapi juga siapa saja yang berminat.
"Kita minta namanya siapa saja, alamatnya dimana dan kontrak apa saja yang pernah didapatnya. Dengan begitu kita bisa lihat perusahaan itu kredibel atau tidak," ujarnya.
Sementara mengenai pembangunan Floating Storage Offshore di Cepu, cost recovery dan masalah teknis lainnya akan dibahas pada bagian yang terpisah.
Pada rapat tertutup kali ini Dirut Pertamina Ari Soemarno menghadap Panitia Khusus Hak Angket BBM seorang diri. Banyak pertanyaan yang diajukan mulai dari sektor hulu hingga hilir.
"Makanya saya usul agar kita fokus di kenaikan BBM saja. Masalah lainnya biarkan ada forum terpisah," kata Sony. (lih/qom)











































