"IPO dananya itu untuk pembayaran utang-utangnya seperti kepada ECA (Export Credit Agency). Kalau memang kondisi pasar bagus dan sudah diberikan izin prinsip untuk privatisasi oleh DPR maka tahun 2009 Garuda siap untuk IPO," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil.
Hal itu diungkapkan Sofyan dalam raker privatisasi BUMN bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani di Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (18/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan ASEAN Open Air, nanti Singapore Airlines atau Malaysia Airline bisa terbang ke Jakarta tanpa limit karena itu Garuda harus bersaing menghadapi ASEAN Open Air ini. Dan hal itu tergantung kemampuan pesawat yang dimiliki oleh Garuda," jelas Sofyan.
Sayangnya saat ini, jumlah pesawat Garuda masih kurang. Oleh karena itu dibutuhkan fresh money dari pasar lewat IPO dan dananya bisa digunakan untuk mendapatkan pesawat baru.
"Oleh karena itu kita minta ke DPR izin prinsip dulu untuk privatisasi Garuda dan kita akan mengolah izin tersebut secara hati-hati dan akan melakukan privatisasi melihat timing yang sesuai dan harga bagus sesuai dengan target yang ditetapkan," katanya.
Dalam rencana pemerintah disebutkan saham negara di Garuda Indonesia sebesar 95,44%. Saham yang akan dilepas sebesar 30% dan maksimal 40% saham baru melalui metode IPO.
Rencana bisnis/kerja korporasi Garuda yang akan dilakukan adalah:
- Penyelesaian restrukturisasi utang US$ 836,1 juta
- Penguatan produk dan pelayanan
- Change management/transforming set of mind
- Memperkuat struktur permodalan
- Spin off SBU-SBU/citylink
- Penataan rute dan memperluas jaringan
- Ekspansi 2 pesawat B737NG
- IPO dibutuhkan untuk memperkuat modal guna menunjang pertumbuhan perusahaan
- IPO akan memberikan kesempatan untuk memperoleh sumber daya keuangan jangka panjang
- Kebutuhan dana Rp 4,2 T (30% saham) yang akan digunakan untuk Rp 2,5 triliun (US$ 270 Juta) untuk pembayaran utang, Rp 1,7 triliun untuk pertumbuhan armada.
Proyeksi kinerja keuangan 2008 penjualan Rp 18,921 triliun dan laba bersih Rp 589 miliar. Tahun 2009 penjualan Rp 24,046 triliun dan laba bersih Rp 653 miliar. Tahun 2010 penjualan Rp 33,285 triliun dan laba bersih Rp 1,074 triliun. (ir/qom)











































