IPO Krakatau Steel Meluncur di Triwulan IV-2008

IPO Krakatau Steel Meluncur di Triwulan IV-2008

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2008 14:45 WIB
IPO Krakatau Steel Meluncur di Triwulan IV-2008
Jakarta - Pemerintah berharap bisa melakukan go public PT Krakatau Steel (Persero) pada triwulan IV-2008. Dari pelepasan saham atau IPO ini diharapkan diperoleh dana Rp 3-4 triliun.

Demikian data rencana IPO Krakatau Steel yang disampaikan ke DPR dalam rapat kerja privatisasi Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Menkeu Sri Mulyani di Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (18/9/2008).

Disebutkan IPO Krakatau Steel ini sangat penting karena diharapkan dana dari hasil IPO bisa digunakan untuk ekspansi usaha dan meningkatkan produksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk memenuhi permintaan baja nasional yang terus meningkat, perusahaan berencana untuk melakukan pengembangan usaha sehingga posisi perusahaan sebagai domestic market leader dapat dipertahankan. Hal ini sekaligus juga dilakukan dalam rangka memperkuat struktur industri dalam negeri guna menghadapi persaingan global, mengingat baja merupakan tulang punggung kekuatan industri nasional.

Demi mendukung rencana pengembangan usaha KS yang memerlukan waktu 2-3 tahun diperlukan dana sekitar Rp 16,4 triliun.

Dana ini diharapkan dapat diperoleh dari berbagai sumber antara lain: surplus dana operasional perusahaan (laba dan depresiasi), dana pinjaman (ECA, pinjaman komersial) dan privatisasi (dilusi saham). Sedangkan dari IPO diharapkan dapat diperoleh dana pengembangan usaha sebesar Rp 3-4 triliun.

Rincian total kebutuhan dan sumber dana proyek KS tahun 2008 - 2012 adalah peningkatan kebutuhan dana dari Rp 14,99 triliun sebagaimana dipresentasi pada pertemuan lalu menjadi Rp 17,33 triliun karena:

  1. Equity placement mining yang merupakan tambahan baru Rp 382 miliar.
  2. Tambahan kapasitas Blast Furnace (BF) dari 1 juta ton menjadi 1,25 juta ton naik Rp 1,116 triliun.
  3. Penyesuaian kapasitas BF-BOF-CCM karena peningkatan kapasitas BF naik Rp 735 miliar. 4. Sisanya Rp 103 miliar merupakan tambahan Routine Investment.
Dari kebutuhan dana Rp 17,33 triliun:
  • Sebesar Rp 484 miliar (routine investment) akan dibiayai dari dana operasional.
  • Sebesar Rp 50 miliar (enterprise resouce planning) sudah dilakukan
  • Sebesar Rp 382 miliar (equity placement mining) merupakan joint venture sehingga pendanaannya tidak hanya dari KS.
Dengan demikian kebutuhan dana investasi 2008 hingga 2012 menjadi Rp 16,412 triliun. Dana dari privatisasi mayoritas akan digunakan untuk proyek BF dan Integrated Plate Mill (BF-BOF-CCM + Plate Mill). (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads