Demikian data rencana IPO Krakatau Steel yang disampaikan ke DPR dalam rapat kerja privatisasi Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Menkeu Sri Mulyani di Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (18/9/2008).
Disebutkan IPO Krakatau Steel ini sangat penting karena diharapkan dana dari hasil IPO bisa digunakan untuk ekspansi usaha dan meningkatkan produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi mendukung rencana pengembangan usaha KS yang memerlukan waktu 2-3 tahun diperlukan dana sekitar Rp 16,4 triliun.
Dana ini diharapkan dapat diperoleh dari berbagai sumber antara lain: surplus dana operasional perusahaan (laba dan depresiasi), dana pinjaman (ECA, pinjaman komersial) dan privatisasi (dilusi saham). Sedangkan dari IPO diharapkan dapat diperoleh dana pengembangan usaha sebesar Rp 3-4 triliun.
Rincian total kebutuhan dan sumber dana proyek KS tahun 2008 - 2012 adalah peningkatan kebutuhan dana dari Rp 14,99 triliun sebagaimana dipresentasi pada pertemuan lalu menjadi Rp 17,33 triliun karena:
- Equity placement mining yang merupakan tambahan baru Rp 382 miliar.
- Tambahan kapasitas Blast Furnace (BF) dari 1 juta ton menjadi 1,25 juta ton naik Rp 1,116 triliun.
- Penyesuaian kapasitas BF-BOF-CCM karena peningkatan kapasitas BF naik Rp 735 miliar. 4. Sisanya Rp 103 miliar merupakan tambahan Routine Investment.
- Sebesar Rp 484 miliar (routine investment) akan dibiayai dari dana operasional.
- Sebesar Rp 50 miliar (enterprise resouce planning) sudah dilakukan
- Sebesar Rp 382 miliar (equity placement mining) merupakan joint venture sehingga pendanaannya tidak hanya dari KS.










































