Bantuan itu terbagi 2 yakni Rp 1,8 triliun atau US$ 200 juta untuk mendukung reformasi kebijakan di sektor infrastruktur. Dan sisanya Rp 3,8 triliun atau US$ 409 juta untuk mendukung usaha pemerintah dalam menjangkau semua desa di Indonesia sebanyak 70.000 melalui program penyampaian layanan yang diawasi dan berbasis masyarakat.
Di bidang pendidikan, pinjaman $86 juta atau Rp 799,8 miliar dari Bank Dunia mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan kualifikasi lebih dari 1,4 juta guru dan menciptakan lembaga pendidikan berkelas dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantuan Indonesia ini merupakan bagian dari pinjaman hibah dan kredit senilai US$ 4,5 miliar untuk mendukung pembangunan lintas wilayah Asia Timur dan Pasifik dalam tahun fiskal 2008.
Jumlah bantuan tahun ini lebih besar US$ 200 juta dibanding jumlah pinjaman tahun fiskal sebelumnya.
"Wilayah Asia Timur dan Pasifik adalah wilayah paling dinamis di dunia, dan strategi kami perlu mencerminkan perubahan tantangan dari serangkaian luas perekonomian," ujar Adams.
Selain di Indonesia, Bank Dunia juga memberi pinjaman di Papua Nugini, China, dan Vietnam, dan Mongolia. (ddn/ir)










































