Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil,
"Surat pengunduran dirinya sudah kami terima beberapa waktu yang lalu. Untuk pelaksana tugasnya kami sudah tunjuk Umar Said," jelasnya usai shalat Jumat di Gedung Garuda, Jumat (19/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai posisi komisaris yang kosong, Ia mengaku akan segera mencari pengganti posisi tersebut. "Kami hargai keputusan beliau untuk mengundurkan diri," ucapnya.
Salah satu eksekutif di Kementrian BUMN mengatakan, Endriartono melayangkan surat pengunduran diri setelah kenaikan harga BBM, "Bukan setelah presiden marah-marah BBM naik," bisiknya.
Eksekutif tersebut juga mengatakan, sebenarnya pihak kementerian lebih memilih memberhentikan direksi Pertamina daripada Endriartono harus mundur. (ang/ddn)











































