"Kami akan tetap berjalan pada rencana semula tahun 2009 nanti, maka penunjukkan underwriter-nya (penjamin emisi) juga belum bisa dilakukan tahun ini," jelasnya usai Shalat Jumat di Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (19/9/2008)
Berbeda dengan rekannya sesama BUMN yang telah mendapat persetujuan, PT Krakatau Steel dan PT Bank Tabungan Negara, keduanya telah melaporkan hasil seleksi penjamin emisi kepada Menneg BUMN beberapa waktu yang lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sisa pembayaran utangnya, menurut Sofyan, direksi Garuda sedang mengkaji beberapa mekanisme yang nantinya segera dikirim ke Kementrian BUMN.
Ia menambahkan, sebenarnya sektor penerbangan itu cukup bagus. Namun, akibat kondisi ekonomi sedang lesu, sebagaian kebutuhan tambahan penerbangan agak diabaikan.
Mengenai BUMN lain yang akan diprivatisasi namun belum mendapat restu dari DPR, yaitu PT Yodya Karya, PTPN III, IV dan VII, Sofyan akan mendesak DPR untuk segera melakukan pembahasan agar bisa mendapat restu tahun ini. "Kalau tahun depan bisa repot soalnya sudah menjelang pemilu," pungkasnya. (ang/ir)











































