"Sudah cukup baik dibanding sebelumnya pertumbuhan menjadi 6,3%. Sebelumnya 6,2% saya kritik 'pemerintah tidak bekerja keras'," ujarnya.
Tony mengatakan dengan mempertimbangan krisis sektor keuangan yang terjadi di AS, target pertumbuhan 6,3% untuk 2009 adalah angka yang fair. "Soalnya tahun ini pertumbuhan saya perkirakan juga 6,3%, mestinya tahun 2009 minimal sama, bahkan mungkin sedikit lebih tinggi, karena inflasi lebih rendah karena harga minyak dunia turun," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan asumsi inflasi di 2009 yang diperkirakan 6,5 sampai dengan 7%, Tony menilai suku bunga BI (BI rate) di 2009 akan berada di level 8,5%. "Untuk kurs di 2009, saya pikir Rp 9.200/US$ cukup fair, soalnya jika rupiah terlalu kuat maka ekspor kita malah menurun, kalau untuk lifting (960 ribu bph) memang segitu, kita tidak bisa menaikkan pada tahun depan," ujarnya.
(dnl/qom)
