Demikian pernyataan OPEC dalam laporan bulanan edisi September yang dikutip detikFinance, Minggu (21/9/2008).
Berdasarkan kajian OPEC, penurunan permintaan minyak paling terasa di AS yaitu sebesar 0,8 juta barel per hari year on year pada Agustus seiring perlambatan ekonomi dan harga BBM ritel yang semakin mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsumsi bahan bakar pesawat jet telah menurun lebih dari 3,5% di AS, dan pertumbuhan di Eropa juga diperkirakan akan menurun sekitar sepertiga dari prediksi sebelumnya," demikian disampaikan laporan tersebut.
Sebaliknya, permintaan minyak pada musim panas meningkat 4% di negara-negara non OECD, terutama China, Timur Tengah dan Asia. Pertumbuhan ini memang bisa mengimbangi penurunan yang terjadi di negara-negara OECD.
"Tapi dengan memasukkan penurunan permintaah minyak di AS Utara yang sangat tajam, prediksi permintaan minyak di dunia direvisi sekitar 0,1 juta barel per hari. Dengan demikian, maka pertumbuhan permintaan minyak dunia direvisi turun menjadi sekitar 0,9 juta barel per hari pada 2008," ujar paparan tersebut.
(lih/iy)











































