Harga Susu Merangkak Turun dalam 4 Tahun

Harga Susu Merangkak Turun dalam 4 Tahun

- detikFinance
Minggu, 21 Sep 2008 18:07 WIB
Harga Susu Merangkak Turun dalam 4 Tahun
Jakarta - Harga susu diperkirakan akan menurun secara perlahan dalam 4 tahun ke depan. Meski demikian, harga terendah yang dicapai tidak akan semurah harga susu pada 2005.

Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Thomas Dharmawan menjelaskannya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (21/9/2008).

"Harga susu, kalau dilihat dari trend bahan bakunya, memang akan mereda. Karena Australia mulai menambah sapi perahannya  tapi kan butuh waktu, makanya turunnya mungkin sedikit-sedikit. Tapi tidak bisa kembali ke harga 2005," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga bahan baku susu pada 2005 sekitar US$ 2000-2500 per ton. Sementara pada 2007 harga melonjak dua kali lipat menjadi US$ 4500-5000 per ton. Hal ini karena Australia mengalami kekeringan sehingga produksi susu sapi tidak maksimal. Para peternak pun lebih memilih menyembelih sapi dan dijual dagingnya.

"Sekarang harga bahan baku susu sudah menunjukkan penurunan, harga sekitar US$ 4000-45000 per ton. Sedikit memang, karena pengembangan sapi di Australia, walau sudah mulai, kan butuh waktu 3-4 tahun," tambahnya.

Selain itu, penurunan juga didorong oleh penyesuaian harga gula dan minyak kelapa sawit yang digunakan untuk sebagai campuran membuat susu.

Namun Thomas menekankan, harga susu di dalam negeri sebenarnya bisa ditekan jika pemerintah menggenjot produksi susu sehingga bisa meminimalisir impor susu.

Konsumsi susu nasional diperkirakan mencapai 2 miliar liter per tahun atau sekitar 9 liter per kapita per tahun. Dari konsumsi sebanyak itu, produksi dalam negeri hanya sekitar 400-500 ratus juta liter per tahun yang dihasilkan sekitar 350 ribu ekor sapi.


(lih/iy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads