Pinjaman itu akan diberikan untuk membiayai 60 proyek di Asia Timur dan Pasifik pada tahun fiskal 2008. Pengucuran pinjaman tahun ini mengalami peningkatan sebesar 73 persen dibandingkan tahun 2007.
Demikian siaran pers dari IFC, yang diterima detikFinance, Senin (22/9/20008). IFC akan fokus pada layanan pemberian saran dan investasi mengenai penguatan dampaknya di negara-negara termiskin dan wilayah-wilayah tertinggal di negara-negara berpendapatan menengah yang belum berpartisipasi dalam pertumbuhan di wilayah ini, sekaligus mengenai perubahan iklim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan fokus di negara-negara termiskin untuk mengatasi kekhawatiran perubahan iklim di negara berpendapatan menengah, IFC membantu sektor swasta Asia Timur dan Pasifik dalam mengatasi tantangan pembangunan paling signifikan yang dihadapi wilayah ini," ujar Karin Finkelston, Direktur IFC untuk Asia Timur dan Pasifik.
Selain itu IFC juga memberikan bantuan asuransi senilai US$ 1,2 miliar dalam Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA). Bantuan ini berupa asuransi atau jaminan risiko politik untuk lebih dari 50 proyek di Asia Timur sejak pembentukannya.
Jaminan ini berkisar mulai dari kurang dari US$ 200.000 untuk sebuah proyek di China sampai US$ 118 juta untuk investasi di Filipina.
Jaminan yang diberikan badan ini memberikan perlindungan atas investasi dalam sektor layanan keuangan, manufaktur, minyak dan gas, listrik, transportasi, telekomunikasi, dan air lintas wilayah ini, membantu mendukung masuknya investasi langsung asing
"Investor langsung asing dapat memainkan peran kritis dalam mengentaskan kemiskinan dengan membangun jalan, menyediakan air bersih dan listrik, dan yang terpenting, menyediakan pekerjaan," ujar James Bond, Acting Executive Vice President MIGA. (ddn/ir)











































