Jababeka Tak Lagi Byar Pet

Jababeka Tak Lagi Byar Pet

- detikFinance
Senin, 22 Sep 2008 15:53 WIB
Jababeka Tak Lagi Byar Pet
Jakarta - Pembangkit tenaga listrik independen tengah dibangun di kawasan industri Jababeka. Pembangkit ini dirancang untuk dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan listriknya, menggunakan teknologi turbin gas GE.

Dengan memiliki kemampuan memasok listriknya sendiri, Kota Jababeka juga terhindar dari pemadaman listrik.

"Tanpa memiliki pasokan listriknya sendiri, pembangunan Jababeka development harus bersaing demi mendapatkan listrik dari jaringan listrik nasional, yang sudah menghadapi permintaan listrik yang meningkat," kata Gatot Prawiro, GE Energy CEO untuk Indonesia dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (22/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangkit ini berperan penting dalam mendukung pembangunan terus-menerus Kota Jababeka di Jawa Barat sebagai pusat hunian dan niaga yang menawarkan kualitas hidup tinggi dan diharapkan menjadi model bagi pertumbuhan Indonesia di masa mendatang.

Melengkapi pembangkit listrik baru ini, Jababeka akan mengoperasikan fasilitas pengolahan air dan pengolahan air limbah, serta sistem jaringan telekomunikasinya sendiri.

Fasilitas ini melayani hampir satu juta penghuni, 22.500 rumah dan 1235 perusahaan lokal dan multinasional dari 25 negara, yang menghasilkan ekspor senilai sekitar US$ 17,5 miliar per tahun.

Pembangkit baru ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Bekasi Power, salah satu anak perusahaan PT Jababeka, yaitu developer Kota Jababeka yang berlokasi di daerah Bekasi.

Kontraktor EPC untuk proyek pembangkit listrik Jababeka adalah Indofuji Engineering dari Jakarta.

"Dari semula, kami ingin Jababeka menjadi rumah bagi para investor asing yang memberikan pekerjaan untuk warga Indonesia. Kota Jababeka membantu meringankan beban kota Jakarta dengan menyediakan pekerjaan dan tempat tinggal," kata Presiden dan Direktur Jababeka Setyono Djuandi Darmono

Permintaan akan listrik di Indonesia diproyeksikan akan tumbuh sekitar 7% per tahun selama dua dasawarsa ke depan.

"Kami percaya bahwa suksesnya proyek ini--sebuah pembangkit tenaga listrik yang dibangun oleh developer untuk real estate dan daerah perkotaannya sendiri--dapat menjadi contoh bagi proyek serupa di Indonesia di tahun-tahun mendatang, untuk meringankan beban jaringan listrik nasional," tambah Gatot disela-sela pertemuan para eksekutif GE Energy se Asia Pasifik di Jakarta baru-baru ini.

GE Energy telah memasang dua Frame 6B generator turbin gas untuk proyek ini, dan unit pertama akan mulai beroperasi secara komersil di bulan Desember 2008.
Pembangkit tenaga listrik ini direncanakan akan mulai beroperasi secara full combined-cycle pertengahan tahun 2009, menghasilkan sekitar 130 MW listrik.

Turbin gas 40-megawatt Frame 6B akan menggunakan gas alam sebagai bahan bakar utama dengan distillate oil sebagai cadangan.

Nilai investasi GE di Indonesia terus berkembang. Kini angkanya di Indonesia telah mencapai US$ 700 juta.
(ddn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads