PPnBM Hanya Ada di RI dan Vietnam

PPnBM Hanya Ada di RI dan Vietnam

- detikFinance
Senin, 22 Sep 2008 18:29 WIB
PPnBM Hanya Ada di RI dan Vietnam
Jakarta - Kadin menilai batas maksimal besaran PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) yang diajukan pemerintah ketinggian, Kadin mengatakan di Asia PPnBM hanya diberlakukan oleh 2 negara saja yaitu Indonesia dan Vietnam.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kadin MS. Hidayat dalam seminar "Bedah RUU Pajak Pertambahan Nilai: Tantangan dan Harapan Dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Dalam Perspektif Kadin" di Hotel Crowne Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/9/2008).

"Saya ingin komentar mengenai PPnBM, salah satu pengurus Kadin baru saja menghadiri Asia Tax Forum, suatu forum untuk evaluasi penerapan pajak PPnBM di Asia itu cuma dilakukan iIndonesia dan Vietnam, negara lain tidak digunakan, apalagi seperti kita ketahui Vietnam adalah negara yang sistem pajak dan prosedur pajaknya ketinggalan, jadi tinggal kita berdua," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hidayat mengatakan di Vietnam sendiri untuk PPnBM ini besaran maksimal yang diberlakukan adalah 80%, tidak ada yang 100-200%. Pemerintah dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU PPnBM mengajukan tarif PPnBM maksimal 100 persen.

"Di Vietnam untuk tobacco products perubahan yang diajukan 65% dari besaran saat ini 25%, 45% atau 65%, untuk Alcohol products perubahan yang diajukan 20% atau 55% dari tarif sekarang 15%, 20%, 30% atau 75%, untuk bir perubahan yang diajukan sebesar 50% dari tarif sekarang 30 atau 75%, lalu automobiles diajukan perubahan 10 sampai 70% dari tarif sekarang 25%, 50% atau 80%," paparnya.

Selain itu Kadin juga memberikan masukkan kepada pemerintah dalam RUU PPN ini agar bisa menghapus PPnBM.

"Yang menarik di Singapura income tax turun dari 20% jadi 18%, tapi bersamaan dengan itu PPN naik dari 5% jadi 7% hasilnya revenue pajak 4 kali lipat, jadi pertanyaannya apakah 2010 bisa menambah Pajak Pertambahan Nilai dan menghapus PPnBM, buat aturan regulasi sebaiknya compare dengan negara tetangga sebagai pesaing kita agar daya saing meningkat," paparnya.

(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads