"Proses due dilligence sedang berlangsung, minggu ini juga akan diserahkan kepada Menteri untuk diputuskan," ujar Direktur Utama PT Pal, Harsusanto, usai acara buka
puasa bersama direksi dan komisaris BUMN, di Gedung Pertamina, Jakarta, Senin (22/9/2008).
Menurutnya, saat ini PPA sedang melakukan identifikasi dan pendalaman mengenai permasalahan yang dihadapi Pal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harsusanto menjelaskan, dari kajian awal restrukturisasi terdapat tiga opsi yang akan diambil. Pertama, yaitu meningkatkan jumlah fasilitas kredit pinjaman bank. Hingga 2009, menurutnya Pal membutuhkan modal kerja sekitar US$ 40 juta.
Kedua, melalui program credit enhancement oleh PPA sehingga Pal memiliki kemampuan meminjam kredit yang lebih tinggi dengan memetakan terlebih dahulu program-program kerja perusahaan.
Opsi terakhir, melakukan kerjasama operasional saling menguntungkan dengan BUMN lainnya.
"Kami sedang menjajaki kerjasama kemitraan dengan PT Timah, untuk memenuhi pesanan kapal anak perusahaan mereka," ujarnya.
Ia juga mengatakan, PPA sudah mempertimbangkan pola penyelesaian restrukturisasi yang cepat dan transparan bagi PAL, "sehingga paling tidak setelah lebaran sudah selesai," tuturnya.
Sedangkan peningkatan pinjaman kredit ia mengutarakan, sudah ada penjajakan memperoleh pinjaman dari bank-bank BUMN seperti Mandiri, BNI, Bank Ekspor Indonesia, termasuk bank swasta Danamon.
(ang/qom)











































