Bisnis yang akan dirintis mulai 2009 itu merupakan jawaban perseroan atas permintaan segmen taksi premium yang cukup berkembang beberapa tahun terakhir.
Hal ini dikatakan oleh Managing Director Eka Sari Lorena Group Dwi Rianta Soerbakti dalam acara peluncuran bus tempel Komodo di Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (23/9/2008).
Sebelumnya gebrakan-gebrakan sudah dilakukan oleh perusahaan keluarga ini, diantaranya rencana ekspansi mereka ke sektor angkutan udara dengan mendirikan maskapai penerbangan Lorena Airlines.
"Kita akan masuk tidak banyak-banyak cukup 300-an unit saja tapi benar-benar highend, fokusnya pada taksi pariwisata. Ini yang belum ada, akan beroperasi di Jakarta saja," jelas Dwi.
Meskipun demikian, Lorena akan tetap fokus pada bisnis utamanya yaitu transporasi angkutan antar kota dengan armada busnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan penambahan armada baru yang disiapkan oleh Lorena sebanyak 100 bus per tahun dengan total armada bus yang dimiliki mencapai 1000 unit lebih.
"Untuk tahun ini kita investasi Rp 125 miliar untuk 34 bus single merek Hino dan 13 bus tempel gandeng merek Komodo," ucapnya.
Ia sangat optimis kalau bisnis jasa angkutan bus akan semakin menggeliat setelah persaiangan tarif dengan maskapai penerbangan sudah mulai mengendur.
"Untuk hari biasa kita kerahkan 300 unit bus saja per hari, menjelang lebaran kita kerahkan semua armada kita 1000 bus per hari, ini harus kita manfaatkan momen ini karena Februari sepi," ujarnya.
Incar IPO di 2010
Untuk lebih memantapkan kinerja perseroan, Lorena group berencana akan melepas sebagian sahamnya untuk anak perusahaan dibidang transportasi yaitu PT Eka Sari Lorena Transport pada tahun 2010.
"IPO mungkin tahun 2010, soal berapanya kita masih rahasiakan, kami yakin akan diterima oleh pasar karena produknya dikenal masyarakat, siapa yang nggak tahu Lorena," jelas Dwi.
Dikatakannya, Lorena grup tidak hanya merambah bisnis dibidang jasa transportasi, namun sudah merambah bisnis perkebunan kelapa sawit sejak tahun 1998.
"Kita juga sedang lakukan ekspansi tahun ini di sektor sawit," tambahnya.
(hen/qom)











































