Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut PT Waskita Karya M. Choliq usai bertemu Meneg BUMN Sofyan Djalil, di Gedung Garuda, Jakarta, Selasa (23/9/2008).
"Peningkatan kinerja ini dilakukan dalam rangka persiapan melakukan IPO (Initial Public Offering), jadi kami harus agresif agar kondisi keuangan perusahaan terlihat sehat," jelasnya.
Â
Ia mengatakan, hingga akhir 2007 Waskita berhasil membukukan pendapatan Rp 2,3 triliun. Dengan begitu, proyeksi pendapatan untuk tahun 2008 sebesar Rp 2,99 triliun meningkat 30 persen atau setara dengan Rp 690 miliar.
Â
"Ya kurang lebih hampir Rp 3 triliun lah," ujarnya. Pertumbuhan serupa juga menurutnya akan terjadi di perolehan laba bersih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Proyek besar yang saat ini sedang dilakukan oleh Waskita adalah Proyek Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura. Diperkirakan proyek tersebut akan rampung di akhir 2009 nanti.
Â
Sementara untuk privatisasi perusahaan plat merah tersebut sudah disetujui oleh DPR. Opsi yang diberikan yaitu IPO dengan pelepasan saham maksimal 35 persen. Saat ini perseroan masih menelaah kondisi pasar sambil melakukan persiapan internal.
Â
"Jika tahun depan kondisi pasar membaik dan kinerja perusahaan sudah bagus maka IPO bisa dilakukan. Tahun-tahun sebelumnya kan kinerja keuangan masih buruk," ungkapnya.
Â
Ia menambahkan, pihaknya belum melakukan penunjukan penjamin emisi alias underwriter. Menurutnya, penunjukkan underwriter biasanya dilakukan tiga bulan sebelum IPO. (ang/ir)











































