Demikian disampaikan GM PLN Disjaya Purnomo Willy dalam keterangannya di Gedung PLN Disjaya, Jakarta, Selasa (23/9/2008).
Ia menjelaskan, jika pada 10 Juni 2008 beban tertinggi DKI dan sekitarnya bisa mencapai 4.239 MW, maka pada Lebaran beban bisa turun hanya tinggal 2.253 MW.
"Diperkirakan saat sebagian warga dan penduduk DKI Jakarta mudik Lebaran sejak H-7, justru beban puncak diperkirakan akan turun menjadi 2.253 MW. Sehingga ketersediaan listrik dapat dinyatakan aman," katanya.
Dengan penurunan beban sebesar itu, PLN Disjaya mengaku tidak berencana melakukan pemadaman. Namun ia tidak mengelak jika tetap ada kemungkinan pemadaman kalau saja terjadi gangguan pada sistem jaringan, rehabilitasi atau pemeliharaan.
"Listrik bisa saja terjadi dalam keadaan yang tidak terencana seperti bila terjadi gangguan pada sistem jaringan tenaga listrik, kejadian yang tidak terprediksi sebelumnya atau bencana alam," katanya. (lih/qom)











































