Delapan perusahaan tersebut antara lain Pertamina, Shell, Petronas, Petrobass, AKR, TPPI, Patra Niaga.
"Satu lagi saya lupa, tapi 8 Oktober kita undang untuk presentasi seperti cadangan dan kemampuan finansial, baru setelah itu evaluasi," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Kantornya, Selasa (23/9/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
subsidi ini. Setelah seleksi pertama lolos 22 perusahaan, dan kini tersisa 8
perusahaan yang akan ikut beauty contest.
Tidak banyak perubahan persyaratan untuk menjadi distributor BBM subsidi pada 2009. Antara lain memiliki infrastruktur yang memadai untuk menjami pasokan BBM dan sanggup melayani dua wilayah distribusi.
BPH membagi wilayah distribusi niaga dalam empat bagian yakni I adalah Sumatera, II untuk Jawa dan Bali, III yakni Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya, serta IV yakni NTT dan NTB.
Persyaratan lainnya adalah kehandalan dan kemampuan pasokan, kelengkapan dan
kemampuan infrastruktur penerimaan dan penyimpanan, dan memiliki kemampuan
finansial.
Jika tidak ada badan usaha yang mampu memenuhi syarat tersebut, maka Pertamina akan kembali ditunjuk langsung sebagai pelaksana distribusi BBM bersubsidi tahun 2009 seperti tahun-tahun sebelumnya.
Jika Pertamina selama ini selalu menang lelang distribusi BBM subsidi karena
kelengkapan infrastrukturnya. Namun untuk tahun ini, saingan Pertamina akan makin berat karena banyak badan usaha yang melebarkan bisnis storage BBM.
Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, para badan usaha bisa saja saling
bekerjasama sehingga jaringan infrastruktunya lebih luas.
"Jadi belum tentu Pertamina lagi. Karena badan usaha bisa joint storage dengan yang punya di daerah tertentu, seperti storage PLN atau Pertamina, itu terserah player," katanya usai menutup seminar penunjang migas di Hotel Borobudur. (lih/qom)










































