"Untuk BUMN yang membukukan rugi dilakukan restrukturisasi salah satunya dengan mengoptimalkan peran PPA (Perusahaan Pengelola Aset)," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam paparan di Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (23/9/2008).
Upaya-upaya yang akan dilakukan untuk BUMN rugi itu adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, melakukan merger antara satu BUMN dengan BUMN lainnya, contoh: Rukindo oleh Pelindo I-IV, serta PT Bahtera Adiguna oleh PLN.
Ketiga, menjadikan Badan Layanan Umum dengan menyerahkan kepada departemen teknis terkait, contoh: Perum PFN.
Keempat, melakukan restrukturisasi, khususnya yang masih memiliki prospek contoh: PT Merpati Nusantara Airlines/MNA, PT Iglas, Perum PPD.
Kelima, melakukan likuidasi, diberlakukan untuk BUMN yang tidak memungkinkan lagi direstrukturisasi contoh: PT ISI, PT Kertas Kraft Aceh.
Secara umum, menurut Sofyan, kinerja BUMN selama periode 2005-2008 menunjukkan penjualan yang meningkat 172%, laba bersih meningkat 192% serta dividen meningkat sebesar 259%.
Â
Selama periode 2005-2008 BUMN yang mengalami keuntungan meningkat dari semula 104 BUMN menjadi 119 BUMN, sedangkan BUMN yang mengalami kerugian turun dari 35 BUMN menjadi 23 BUMN.
Â
Untuk BUMN yang membukukan laba maka dilakukan langkah optimalisasi, salah satunya dengan dilakukan benchmark dari berbagai aspek dengan perusahaan yang berada pada industri sejenis.
(ir/qom)











































