Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar di sela-sela rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (24/9/2008).
"Sejauh ini PLN sudah memperoleh komitmen pinjaman sebesar Rp 17,5 triliun dan US$ 4,5 miliar. Yang akan dicairkan sebanyak sepertiga dari masing-masing itu," ujarnya.
PLN kemungkinan akan mencairkan pinjaman dari mata uang lokal sekitar Rp 5,83 triliun dan mata uang asing sebesar US$ 1,5 miliar.
Menurut Fahmi, dana yang akan dicairkan perusahaan plat merah tersebut diperlukan untuk membiayai beberapa proyek besar seperti Suralaya, Pelabuhan Ratu, Labuan, Rembang, Pacitan serta Paiton.
"Pembiayaannya bertahap mulai bulan depan hingga akhir," ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen pinjaman sebesar itu berasal dari beberapa bank lokal dan asing. Untuk Bank asing, Fahmi mengatakan banyak yang berasal dari China.
Fahmi juga menjelaskan ada beberapa proyek yang selama ini dilaksanakan PLN sudah bisa beroperasi di tahun 2009. Beberapa proyek tersebut nantinya akan memasok transmisi Jawa-Bali.
"PLTU Indramayu akan selesai Juni, PLTU Rembang rampung sekitar September hingga Desember. Sedangkan yang paling cepat rampung yaitu Labuan di April," tuturnya. (ang/ir)











































