Sejumlah Pembangkit Dimatikan, Listrik Lebaran Tetap Aman

Sejumlah Pembangkit Dimatikan, Listrik Lebaran Tetap Aman

- detikFinance
Rabu, 24 Sep 2008 18:32 WIB
Sejumlah Pembangkit Dimatikan, Listrik Lebaran Tetap Aman
Jakarta - Beberapa pembangkit PLN dan swasta (IPP) di Jawa Bali akan menjalani pemeliharaan sehingga harus dimatikan pada saat Lebaran. Total daya yang hilang mencapai 4.134 MW.
 
Wakil Dirut PLN Rudiantara menjelaskan, PLN sengaja memilih waktu pemeliharaan pada saat Lebaran karena beban listrik pada masa ini turun drastis.
 
"Sehingga meski ada yang pemeliharaan sekalipun, pasokan listrik tetap aman pada saat Lebaran. Karena memang bebannya yang turun jauh sekali," katanya dalam keterangan pers di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (25/9/2008).
 
Pembangkit PLN yang mengalami pemeliharaan hingga harus dimatikan adalah Suralaya (1521 MW), Tambak Lorok (2x150 MW), Gresik (170 MW), Paiton (370 MW), Tanjung Jati B (660 MW). Sementara pembangkit swasta yang akan dimatikan adalah Jawa Power (610 MW), Paiton Energy Company (640 MW), dan Cilacap (281 MW).
 
Menurut Direktur Luar Jawa Bali PLN Hariadi, pada saat Lebaran beban listrik PLN turun hanya menjadi sekitar 11.000-12.000 MW. Padahal di hari normal beban listriknya bisa mencapai diatas 16.000 MW.
 
Untuk kondisi di luar Jawa Bali, masih ada dua daerah yang akan mengalami defisit listrik yang Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara. Kalimantan Timur pada seminggu setelah Lebaran akan mengalami defisit sekitar 10 MW. Pemadaman akan diprioritaskan pada pelanggan industri.
 
"Karena pada saat ini ada pembangkit yang harus pemeliharaan dan tidak bisa ditunda lagi. Karena pada 2009 kita berencana tidak ada pemeliharaan pembangkit," katanya.
 
Sementara Sulawesi Utara diperkirakan akan mengalami defisit sekitar 2 MW seminggu sebelum Lebaran. Alasan yang diutarakan sama, ada pembangkit yang harus dipelihara.
 

(lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads