Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan/Menko Perekonomian Sri Mulyani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2008).
Menurut Sri Mulyani tujuan dari rencana penyelamatan sektor keuangan di AS ini adalah untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menghilangkan kepanikan yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sri Mulyani yang diwaspadai adalah justru dampak dari bailout dalam jangka menengah dan panjang. Dengan bailout itu pemerintah AS akan makin banyak menerbitkan utang sehingga harga obligasi AS akan menurun.
"Karena eksposure utangnya Amerika akan tinggi sehingga pasti harga treasury bonds akan turun, berarti global interest rate akan naik," ujarnya.
Sementara itu mengenai tingginya yield (imbal hasil) dari SUN (Surat Utang Negara) pemerintah di pasar yang tinggi akibat kondisi ekonomi global yang labil, Sri Mulyani mengatakan pemerintah dengan situasi ini akan melihat terus menerus kondisi pasar untuk penerbitan obligasi negara berikutnya.
"Pokoknya target atau suasana penyerapan APBN akan kita monitor dengan sangat detail. Kalau untuk 2009 kan belum diputuskan," imbuhnya.
(dnl/ddn)











































