Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kementerian Negara BUMN M. Said Didu usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2008).
"Kami akan mengusahakan agar tahun 2009 nanti tidak ada lagi BUMN yang rugi, kecuali untuk BUMN yang PSO," ujarnya.
Β
Menurutnya, ada beberapa opsi yang dilakukan pemerintah untuk melancarkan rencananya tersebut, pertama yaitu menyatukan BUMN dalam satu sektor industri ke dalam satu holding atau bisa juga lewat akusisi dan merger.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opsi kedua yang dilakukan pemerintah, yaitu melakukan likuidasi terhadap beberapa BUMN yang sudah tidak bisa terselamatkan karena kinerja keuangannya semakin memburuk. Ia mengatakan, contohnya PT Industri Soda Indonesia (ISI) karena perusahaan BUMN tersebut dinilai tidak prospektif lagi.
Opsi yang terakhir, merupakan opsi yang terbaru yaitu menyehatkan BUMN tersebut melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PAA).
"Selama PPA menilai perusahaan tersebut masih berpotensi untuk diperbaiki maka kami akan dukung untuk dimasukkan ke dalam PPA untuk diurus sementara,β katanya.
PLN Diperkirakan Tetap Rugi
Mengenai kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Said memprediksikan masih akan merugi tahun depan. "PLN bisa untung itu keajaiban dunia," candanya.
Saat ini pemerintah sedang mengusulkan agar PLN bisa diberi margin 2 persen. Menurutnya, margin 1 persen yang sudah diusulkan namun belum disahkan tidak akan banyak membantu PLN. "Saat ini kan marginnya masih 0 persen bagaimana mau untung? Tapi kalau bisa dinaikan sampai 2 persen saja saya yakin PLN bisa untung," imbuhnya. (ang/ddn)











































