Demikian disampaikan Dirut PGN Hendi P Santoso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (25/9/2008).
"Insya Allah siang ini kami akan kembali menandatangani kontrak pasokan gas ke pembangkit Cilegon," katanya.
Beberapa hari lalu PGN dan PLN baru saja menandatangani pasokan gas untuk Tanjung Priok sebesar 30 mmscfd.
Sebelumnya PGN juga sudah memasok gas untuk PLN Batam 13,2 mmscfd dan PLTGU Muara Tawar 200 mmscfd. Saat ini PGN dan PLN juga dalam proses negosiasi untuk pasokan gas PLTGU Talang Duku sebesar 80 mmscfd.
Menurut Hendi, PGN menyanggupi memasok PLN karena mempertimbangkan dampak terhadap ekonomi nasional. Sektor industri yang biasa menjadi pelanggan PGN bisa jadi tidak berkembang jika pasokan listriknya tidak lancar.
Selain itu, baik pemerintah dan PLN sudah memberi kesanggupan untuk membeli gas PGN sesua harga industri yaitu sebesar US$ 5,5/mmbtu.
"Sehingga kami juga tidak dirugikan dalam masalah harga," katanya.
Mengenai harga gas dalam negeri, Hendi menuturkan harga gas di Indonesia sangat diproteksi. Ini sangat berbeda dengan industri gas diluar negeri yang harganya fluktuatif mengikuti harga minyak.
"Jadi ketika harga minyak sudah US$ 100 per barel, harga gas seharusnya sudah bisa sampai US$ 16/mmbtu. Tapi kami masih jual US$ 5,5/mmbtu," jelasnya.
(lih/ddn)











































