Lampu Merah Bagi Korporasi AS

Lampu Merah Bagi Korporasi AS

- detikFinance
Kamis, 25 Sep 2008 17:15 WIB
Lampu Merah Bagi Korporasi AS
Chicago - Jauh sebelum Wall Street babak belur akibat bank investasi yang rugi besar, di sektor riilnya, banyak perusahaan AS yang terpaksa harus mengurangi belanja, pengeluaran proyek dan atau mem-PHK karyawannya.

Hanya sedikit pihak yang berpikir kalau situasi ini akan membaik sebelum akhir tahun 2009.

"Sepertinya kita akan terus berhemat, dengan mengurangi belanja baik di konsumsi maupun bisnis. Peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi akan mempercepat pemotongan jumlah pekerja pada waktu mendatang," ujar Frank Badillo, Ekonomi Senior dari lembaga konsultan ritel TNS Retail Forward seperti dikutip Reuters, Kamis (25/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan-perusahaan di AS kini mengalami kesulitan untuk memperoleh kredit dari perbankan. Selain itu, kredit kini semakin mahal. Hal ini diperparah oleh situasi ekonomi yang melambat.

Menurut data triwulanan dari bank sentral AS, pada Juli, responden perbankan mengatakan mereka telah meningkatkan standar kredit bagi usaha berskala menengah dan besar hingga 58 persen, lebih tinggi dari sebelumnya 55 persen pada bulan April. Dan lebih dari 80 persen responden mengatakan nasabah mereka harus membayar lebih untuk pinjaman mereka.

Akibatnya, perusahaan di AS kini hanya bisa melakukan belanja dengan seadanya namun mereka sudah menyiapkan bantalan krisis yang cukup.

"Berita bagusnya adalah banyak perusahaan AS di tengah krisis ini memiliki cadangan kas yang sangat besar, dan banyak perusahaan AS yang masih oke, tidak bagus, tapi oke," ujar Nariman Behravesh, Senior Ekonomi dari Global Insight.

Behravesh mengatakan perusahaan yang memiliki perpanjangan ke pasar internasional akan memiliki pendapatan yang lebih bagus ketimbang mereka yang hanya berusaha di pasar domestik AS, terutama mereka yang bergerak di sektor perumahan, mobil, dan sektor keuangan. Perusahaan ini akan lebih menderita. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads