"Ada 3 investor asing yang berminat menjadi mitra strategis kami. Kemungkinan mereka akan masuk melalui IPO," ungkap Presiden Direktur Semen Bosowa, Erwin Aksa di Plaza Mandiri, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (25/9/2008).
Tiga investor tersebut adalah The Siam Cement Co Ltd dari Thailand, YTL Corporation Berhad dari Malaysia dan Lavarge SA dari Perancis. Perusahaan yang disebut terakhir merupakan salah satu produsen semen terbesar di dunia. Sebelumnya, Lavarge telah mengakuisisi PT Semen Andalas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka inginnya masuk secara langsung. Tapi bisa juga mereka masuk melalui IPO. Masih kami pertimbangkan yang terbaik di antara ketiganya," jelas Erwin.
Rencananya, awal 2009 mendatang Semen Bosowa akan melepas 30% saham ke publik dengan target dana IPO sebesar Rp 1 triliun. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk peningkatan kapasitas pabrik perseroan.
"Sekitar pertengahan 2009, kami berencana meningkatkan kapasitas pabrik semen sebesar 2 juta ton," ujar Erwin.
Saat ini kapasitas terpasang pabrik Semen Bosowa sebesar 1,8 juta ton. Setelah penggarapan rampung dalam jangka waktu 3-4 tahun, kapasitas terpasang perseroan akan menjadi 3,8 juta ton.
"Investasinya sekitar US$ 150 juta. Komposisinya 50% dari dana IPO, sisanya dari perbankan. Banknya masih kami cari," ujar Erwin.
Meski Erwin belum dapat memastikan melalui cara apa investor asing tersebut akan masuk, namun ia memastikan bahwa rencana IPO akan tetap dilaksanakan.
"IPO tetap jalan terus. Mereka masuk dari mana itu masih belum ditentukan. Tergantung hasil pembicaraan nanti," jelas Erwin.
Saat ini pangsa pasar Semen Bosowa sebesar 5% di industri semen nasional. Khusus wilayah Indonesia Timur, Semen Bosowa menguasai pangsa pasar 40%, satu peringkat di bawah PT Semen Tonasa yang menguasai pangsa pasar 50%. Sisanya sebesar 10% dikuasai oleh PT Indocement Tbk (SMCB). (dro/ir)











































