Namun apabila konsumen masih was-was dengan kisruh dugaan susu yang tercemar melamin asal China, sebaiknya konsumen memperhatikan kode MD (makanan dalam negeri) ketika memutuskan membeli makanan dan minuman.
Demikian dikatakan oleh Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani saat ditemui di Departemen Perdagangan usai rapat koordinasi perpres pasar moderan, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Kamis malam ( 25/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Franky yang penting sekarang ini masyarakat jangan terlalu was-was, masih banyak cara ditempuh untuk menghindari membeli barang yang berbahaya, salah satunya dengan memperhatikan kode MD.
"Kalau dari pengujian hasilnya baik, bisa dilepas lagi ke pasar tapi bisa juga produk sekarang yang diuji masuk dalm produk yang ditahan. Saya menjamin semua produk MD aman," ujarnya meyakinkan.
Franky kembali menegaskan bahwa yang perlu menjadi perhatian konsumen sekarang ini adalah produk makanan yang mengandung unsur susu yang diproduksi di China dengan kode ML (makanan luar negeri). Sedangkan untuk produk sejenis yang dibuat di Indonesia aman untuk dikonsumsi karena bahan bakunya dari negara lain di luar China.
"Dari BPOM produk yang dilarang, produk yang menggunakan bahan baku dari China dan diprodukdi di China kodenya ML mengandung susu. Yang tidak mengandung susu tidak masalah, jangan menebak-nebak," serunya.
Dikatakan oleh Franky selama ini produsen makanan dan minuman selalu mengacu kepada UU pangan yang mengharuskan setiap produsen memproduksi dari bahan baku yang aman.
Mengenai adanya kemungkinan rembesan produk sejenis yang dicurigai tercemar melamin asal Singapura, ia mengatakan bahwa hal itu bisa saja terjadi namun akan sulit karena barang-barang tersebut akan masuk sebagai barang ilegal.
"Pokok nya kita fokus pada penjelasan BPOM kalau Singapura kasih warning 12 produk,Β BPOM 13 produk. Artinya produk tersebut baru dimungkinkan masuk dan belum tentu ada di Indonesia, kalaupun masuk ilegal, masuk lewat Singpura atau Batam," tambahnya. (hen/ir)











































