Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, kelengkapan infrastruktur pendukung LPG semakin dibutuhkan seiring meluasnya program konversi LPG.
"Konversi kita kan makin meluas, makanya kita harus lengkapi dengan storage-nya. Kita mau bangun di Merak, Lampung, Medan dan Makassar," katanya usai kunjungan Menteri ESDM ke Depo Plumpang, Jakarta, Jumat (26/9/2008).
Deputi Direktur Distribusi Pertamina Ahmad Bambang menjelaskan, setiap storage akan dibangun dengan kapasitas sekitar 10.000 ton. Saat ini Pertamina tengah menyeleksi partnernya dan konstruksi diharapkan akan dimulai pada 2009.
"Konstruksi biasanya 2-3 tahun. Jadi kalau mulai di 2009, berarti mereka akan operasi 2011," katanya.
Selain akan membangun empat storage, Pertamina juga memiliki tiga storage yang tengah dibangun dan satu storage yang sudah beroperasi.
Storage yang sudah beroperasi berlokasi di Eretan, Jawa Barat dengan kapasitas 10.000 ton. Sementara yang sedang dibangun ada di dekat Pelabuhan Tanjung Emas (Jawa Tengah), Manyar (Jawa Timur) dan Gresik (Jawa Timur). Masing-masing juga berkapasitas 10.000 ton dan rencananya akan beroperasi pada 2010.
Bambang menambahkan, setiap storage dibangun dengan biaya sekitar US$ 30-40 juta. Namun biaya ini tidak ditanggung Pertamina sendiri melainkan dengan partner.
Beberapa partner yang sudah pernah digandeng Pertamina menggarap storage LPG antara lain Maspion ataupun MMM bersama Bank Panin.
"Kalau memilih partner selalu di beauty contest, dan dipublikasikan. Karena kita cari siapa yang bisa kasih paling menguntungkan," katanya.
(lih/qom)











































