BPOM Minta Anggaran Naik 150 Persen

BPOM Minta Anggaran Naik 150 Persen

- detikFinance
Jumat, 26 Sep 2008 13:18 WIB
BPOM Minta Anggaran Naik 150 Persen
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluhkan anggaran yang minim, sehingga mereka meminta tambahan anggaran kepada pemerintah hingga Rp 1,5 triliun pada tahun 2009. Anggaran BPOM tahun 2008 hanya mencapai Rp 600 miliar.

Padahal tugas badan yang mengawasi peredaran obat dan makanan ini sangat berat. Terlebih lagi hampir setiap tahun selalu ada isu-isu tercemarnya produk-produk makanan termasuk yang akhir-akhir ini mencuat soal skandal susu yang diduga bermelamin dari China.

Hal ini dikatakan oleh Kepala BPOM  Husniah Rubiana Thamrin Akib dalam acara konferensi pers di Departemen Perindustrian (Depperin) di Jakarta, Jumat (26/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dana kita saat ini hanya Rp 600 miliar padahal kita harus membawahi 33 balai POM di daerah seluruh Indonesia," keluh Husniah.

Anggaran sebesar itu jauh dari mencukupi kebutuhan kinerja BPOM termasuk biaya operasional laboratorium, uji sampel produk, penambahan alat uji yang setiap tahunnya perlu dilakukan peremajaan.

Ia mencontohkan harga-harga dari unsur kimia yang dibutuhkan oleh BPOM sangat mahal, padahal komponen tersebut sangat dibutuhkan oleh tim laboratorium dari BPOM.

"Misalnya dioxin itu bisa mencapai Rp 400 juta per 1 cc,kita minta tambahan anggaran 2009 Rp 1,5  triliun," pintanya.

Dia juga menambahkan untuk tahun ini saja ia membutuhkan tenaga tambahan pegawai sebanyak  1000 orang untuk mengisi kekosongan para pegawai yang sudah pensiun.

"Kita hanya dikasih 139 orang saja, lalu kalau dibagi untuk seluruh balai jumlahnya hanya 2,5 orang saja rata-rata. Kita minta ada tambahan lagi, apalagi makin banyak produk yang harus diawasi," jelasnya.

(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads