Pemerintah yakin, ekspor Indonesia tetap akan bersaing meski harus mengalihkan pasar ke wilayah lain seperti China dan ASEAN.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (26/9/2008).
"Ekspor memang kita 30 persen ke AS, Jepang dan Eropa, tapi bukan berarti kita tidak mampu bersaing, harga produk kita cukup kompetitif, kemudian ekspor kita tetap diversifikasi ke regional lain, baik itu ke China, ASEAN, dan sebagainya. Saya kita itu akan kita tempuh," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa analis dalam negeri memperkirakan krisis di AS saat akan sedikit mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia, dimana AS merupakan pangsa pasar kedua setelah Jepang dengan proporsi sebanyak 11% sampai saat ini.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan ekspor ke AS terus menurun. Jika pada bulan Mei dan Juni 2008 AS masih merupakan pasar terbesar untuk ekspor non migas, pada bulan Juli 2008, ekspor non migas ke AS malah menempati urutan ketiga setelah Jepang senilai US$ 1,46 miliar, disusul Singapura US$ 1,13 miliar. Ekspor ke AS pada bulan Juli mencapai US$ 1,12 miliar. (ddn/ir)











































