Bayaran Mahal Eksekutif Wall Street Picu Kemarahan

Bayaran Mahal Eksekutif Wall Street Picu Kemarahan

- detikFinance
Jumat, 26 Sep 2008 14:12 WIB
Bayaran Mahal Eksekutif Wall Street Picu Kemarahan
New York - Para eksekutif di Wall Street masih menikmati bayaran yang sangat menggiurkan, meski kini krisis finansial sedang melanda dan para pembayar pajak harus membayarnya dengan sebuah rencana penyelamatan bernilai US$ 700 miliar.

Kemarahan publik dan anggota kongres pun memuncak karena para eksekutif itu tetap menikmati bonus besar meski perusahaan-perusahaan finansial di Wall Street terus bertumbangan.

Anggota kongres dari partai Demokrat, yang akan duduk bersama dengan anggota kongres dari partai Republik untuk membahas rencana penyelamatan bernilai US$ 700 miliar meminta agar persetujuan untuk rencana penyelamatan itu termasuk juga pembatasan bayaran untuk para eksekutif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menilai, masyarakat AS sangat sakit melihat para eksekutif finansial itu berlalu dari bencana di Wall Street tak hanya tanpa terluka tapi juga semakin kaya.

"Orang paling makmur, yang berada dalam posisi bayaran terbaik, banyak tidak diminta berkorban sama sekali," demikian bunyi sebuah petisi yang disampaikan kepada Menteri Keuangan AS, Henry Paulson seperti dikutip dari AFP, Jumat (26/9/2008). Petisi yang sudah dibuat selama 3 hari itu ditandatangani oleh 32.600 orang.

Petisi itu diorganisir oleh senator independen, Bernie Sanders dari Vermont. Petisi itu menilai Menkeu sedang membiarkan para eksekutif untuk terus mendapatkan gaji yang melebihi batas dan bonus.

Gaji dan bonus termasuk berbagai fasilitas yang diterima para eksekutif di Wall Street memang membuat publik ternganga. Misalnya yang diterima oleh Richard Fuld CEO Lehman Brothers yang sudah bangkrut. Menurut majalah Forbes, Fuld menerima kompensasi sekitar US$ 71,9 juta atau sekitar Rp 668 miliar selama tahun 2007 termasuk saham, bonus dan bayaran lain.

Sementara Martin Sullivan, chief executive AIG --yang baru saja dinasionalisasi pemerintah AS---, menurut survei USA Today menerima bayaran US$ 14 juta atau sekitar Rp 130 miliar. Ia juga berhenti setelah mendapatkan paket bayaran senilai US$ 47 juta atau sekitar Rp 437 miliar.

Bahkan ketika para eksekutif itu dipecat karena kegagalan yang mereka buat, mereka masih mendapatkan bayaran yang membuat setiap orang ngiler. Misalnya para eksekutif Fannie Mae dan Freddie Mac, Daniel Mudd dan Richard Syron yang memang tidak mendapatkan bayaran senilai US$ 12,59 juta. Namun keduanya tetap mendapatkan keuntungan pensiun senilai US$ 9,43 juta atau sekitar 88 miliar.

Publik AS pun merasa sangat marah dan menjadi skeptis terhadap berbagai rencana penyelamatan yang dibuat pemerintah.

"Kita tidak akan pernah melihat uang itu lagi. Mereka menderegulasi pasar dan menjalankannya dengan liar. Dan sekarang kita menalangi mereka," ketus Mathew May, mahasiswa ekonomi yang mengikuti demo di sekitar New York Stock Exchange.

Arun Gupta, editor koran alternatif New York, The Indypendent mengatakan, terdapat sosialisme untuk orang kaya sementara kapitalisme anjing makan anjing berlaku untuk masyarakat yang lain.

"Pikirkan itu. Mereka mengatakan bahwa menyediakan dana kesehatan untuk 9 juta anak-anak yang mungkin bernilaiUS$ 6 miliar per tahun terlalu mahal. Namun terdapat bukti-bukti bahwa tidak ada uang yang cukup untuk mengenyangkan para babi di Wall Street," kritiknya dengan pedas. (qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads