Sedangkan untuk mal skala menengah ke bawah diperkirakan baru akan mengalami puncak kunjungan pada lebaran hari kedua (Kamis).
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan saat dihubungi detikFinance, Minggu (28/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini menurut Ridwan karena pada hari pertama lebaran, masyarakat masih fokus untuk kegiatan keluarga, sedangkan pada hari kedua, menjadi hari yang tepat untuk jalan-jalan ke mal terutama untuk segmen mal menengah kebawah.
Ia menambahkan bahkan dalam segmen tertentu untuk jenis mal kelas atas jumlah kunjungan terbanyak sudah terjadi di H-4 sampai H-5. "Alasannya, setelah itu orang-orang kalangan atasnya sudah banyak yang berlibur keluar negeri atau keluar kota," jelas Ridwan.
Ia mencontohkan untuk jumlah kunjungan skala mal menengah rata-rata per hari bisa mencapai 30.000 sampai 60.000 pengunjung sedangkan untuk skala mal besar bisa mencapai 80.000 pengunjung.
"Untuk mal menengah bawah faktor THR menjadi pendorong orang untuk berkunjung apalagi di hari kedua lebaran," ucapnya.
Ridwan memperkirakan pengunjung mal kelas menengah ke bawah tidak akan berkurang hingga H-1 lebaran. Faktor orang-orang yang mudik, lanjut Ridwan, tidak banyak berpengaruh besar terhadap kunjungan, meskipun ada dampaknya.
"Pada hari lebaran mal ada yang buka jam 11.00 jam 12.00 setelah sholat Ied, tapi memang masih banyak toko yang tutup hanya restauran saja yang banyak buka," imbuhnya.
Ia merinci bahwa tren kunjungan ke mal dan pusat belanja pada minggu pertama bulan puasa mengalami penurunan karena pada waktu itu banyak berkonsentrasi berpuasa di rumah. Untuk minggu kedua, tingkat kunjungan mulai mengalami peningkatan, hingga minggu keempat.
"Pada minggu kedua dan seterusnya pengelola mal banyak buat acara untuk pengunjung," ujar Ridwan.
(hen/ddn)











































