Peritel Tunggu Surat BPOM Soal Skandal Susu China

Peritel Tunggu Surat BPOM Soal Skandal Susu China

- detikFinance
Minggu, 28 Sep 2008 16:05 WIB
Peritel Tunggu Surat BPOM Soal Skandal Susu China
Jakarta - Kalangan retail masih menunggu  perintah resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjual kembali makanan yang sebelumnya diduga mengandung melamin.

Meskipun kemarin (27/9/2008) Menteri Kesehatan dan Kepala BPOM telah mengumumkan hanya 6 dari 19 produk makanan yang benar-benar positif tercemar melamin. Artinya produk makanan seperti Oreo dan M & M's yang berlabel MD yang diproduksi di dalam negeri aman dikonsumsi.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin J. Mailool dalam percakapannya dengan detikFinance, Minggu (28/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini kita berada di posisi minta kejelasan resmi dari BPOM, otomatis kita akan mengikutinya. Sekarang ini kita belum berani menjual barang-barang tersebut sebelum ada informasi resmi dari BPOM, ini kan baru saya lihat di TV," jelasnya.

Menurutnya hal ini penting, karena pihak retail tidak mau bersikap gegabah meskipun sudah mengetahui informasi bahwa produk-produk yang diproduksi di dalam negeri aman.

Ia mengaku sampai saat ini pihak Depkes atau pun BPOM belum memberikan surat edaran secara tertulis kepada Aprindo.

"Besok kita akan hadiri pertemuan lagi dengan badan POM dengan mengetahui informasi yang lebih pasti langsung, kita tunggu legal formalnya," ujarnya.

Sementara itu peritel raksasa Carrefour hingga saat ini belum melakukan penjualan kembali terhadap produk-produk yang sebelumnya diduga mengandung melamine, walaupun sudah dapat informasi bahwa produk seperti Oreo dan M & M's berlogo MD aman di konsumsi.

"Sementara waktu belum kita jual kembali, kita tunggu surat resmi, harapan kita secepatnya," kata Corporate Affairs Director Carrefour Indonesia Irawan D Kadarman. (hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads