Hal ini dikatakan oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta ketika ditemui dalam acara open house di Komplek Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2008).
"Memang masih ada harapan bailout ini akan disetujui oleh Kongres, tapi apabila ternyata bailout ini tidak jadi, maka akan terjadi pelemahan pertumbuhan ekonomi yang serius di Asia termasuk Indonesia," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun persentase ekspor kita ke AS sedikit tetapi tetap perlu diwaspadai," ujarnya.
Menurut Paskah, yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah memperbaiki belanja sehingga mempercepat daya serap cepat.
"Saya minta kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Baran dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk merevisi Kepres 80 karena aturan ini memperlambat penyerapan akibat ada pasal-pasalnya yang bias" tuturnya.
Selain itu, iklim investasi juga perlu diperbaiki sehingga investasi yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi tetap berjalan, ditambah dengan peningkatan penyerapan belanja negara.
"Jadi kalau bailout tidak disetujui Kongres AS maka pertumbuhan ekonomi kita akan terancam, dan akan menjadi dampak serius di Asia. Kalau bailout US$700 miliar tidak disetujui, likuiditas akan semakin ketat dan daya beli menurun," jelasnya.
(dnl/qom)










































