Hal ini dikatakan oleh Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Rusman Heriawan ketika ditemui di acara open house di rumah Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani, Komplek Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2008).
"Inflasi bulan ini di bawah 1% iya. Persoalannya range-nya antara 0,4%-1%, kurang lebih di sekitar itu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusman mengatakan inflasi pada September 2008 tidak akan setinggi pada September 2007, meskipun ada bulan puasa yang diikuti dengan kenaikan harga-harga. Β
"Kalau tahun lalu itu, Septembernya kena tinggi, Oktobernya juga kena tinggi karena tahun lalu itu puasa itu 15 September sampai 15 Oktober. Harusnya sekarang ini di-cover semua, karena sebulan penuh (September). 1 Oktober Lebaran, transaksi sudah tidak terlalu tinggi," tuturnya.
Ia menjelaskan, selama bulan puasa ini memang terjadi kenaikan harga namun tidak signifikan. Beberapa harga kebutuhan yang biasanya selama bulan puasa naik, justru turun.
"Secara rata-rata bulanan, pertama ada keyakinan ada konsumen dan produsen bahwa suplai cukup. Beras lihat sampai sekarang nggak ada kenaikan. Kemudian ada blessing juga, cabai rawit, cabai merah, minyak goreng, semua turun justru di bulan puasa. Ini luar biasa. Minyak goreng turun karena ekspor turun, harga dalam negeri kan terimbas. Sehingga tidak ada alasan produsen jual lebih tinggi," paparnya.
Namun menurut catatan BPS, sejumlah komoditas masih menjadi 'biang' dari inflasi di Bulan September seperti daging sapi, ayam dan telur.
"Potensinya (daging dan ayam) tinggi, tapi rekaman kemarin, hari Senin, Selasa itu juga luar biasa. Saya sudah bilang ke anak buah di seluruh Indonesia, harap untuk Senin, Selasa catat harga pagi dan sore, karena harga pagi dan sore beda. Daging sapi beli pagi Rp 70 ribu/kg, sore Rp 50 ribu/kg, jadi turun," katanya.
Demikian juga dengan minyak tanah dan elpiji, yang harganya naik Rp 500 per kg pada bulan Agustus yang akan mendorong inflasi di September 2008. "Jadi kalau elpiji potensi inflasinya masih ada," imbuhnya.
(dnl/qom)











































