Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu saat ditemui dalam acara open house di rumah Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani, Kompleks Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2008).
"Kita sudah ada perhitungannya, nanti Senin (6/10/2008) akan kita umumkan, tapi masih di atas 6%," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih melihat pertumbuhan dari barang-barang konsumsi yang masih cukup tinggi. Investasi juga masih ada, dan penerimaan masih on track. Ekspor juga masih on track meskipun ada impor yang cukup tinggi," ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan bulan puasa akan memberikan dorongan kepada pertumbuhan ekonomi karena sektor konsumsi dan perdagangan meningkat.
"Yang jelas kita harus percaya bahwa yang namanya pertumbuhan ekonomi juga disebabkan oleh permintaan, kalau permintaan tinggi maka pertumbuhan ekonomi tinggi. Meskipun potensi inflasi bisa tinggi. Catatan kita, kapan puasa itu terjadi pasti ada potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi karena tingginya permintaan," tuturnya.
Rusman masih optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal III-2008 masih akan tinggi seperti kuartal sebelumnya meskipun berbeda sedikit.
(dnl/qom)











































