Pada perdagangan Kamis (2/10/2008) di New York, kontrak utama minyak jenis light turun hingga 4,56 dolar ke level US$ US$ 93,97 per barel. Sementara minyak jenis Brent juga anjlok 4,77 dolar ke level US$ 90,56 per barel.
Belum usainya krisis finansial menambah kekhawatiran berkurangnya permintaan, terutama dari negara-negara industri seperti AS. Harga minyak pun terus merosot dari level tertingginya di US$ 147 per barel yang ditembus pada pertengahan Juli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekanan harga minyak juga muncul karena investor yang sejak awal tahun lalu menyerbu minyak mentah dan komoditas lain sebagai investasi seiring melemahnya dolar AS dan inflasi, kini memilih untuk istirahat.
"Kami terus melihat dana-dana dalam posisi dilepas. Ini tak hanya berpengaruh pada spekulator, namun juga sisi komersial dari perdagangan berkaitan dengan masalah yang berhubungan dengan pembatasan kredit," ujar Gene McGillian, analis dari Tradition Energy.
(qom/qom)











































