Harga patokan CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak Desember ditutup turun RM 90 menjadi RM 2.000 per ton, setelah libur perdagangan Idul Fitri selama 2 hari. Kontrak CPO sempat menembus harga terendah di RM 1.934.
Harga CPO mulai rally-nya sejak September 2006, saat harga hanya RM 1.500 per ton. Namun sejak Agustus 2008, harga mulai berbalik arah sehubungan dengan perlambatan ekonomi global. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan harga CPO yang terus turun hingga di bawah RM 2.000 dari RM 3.400 per ton, maka jelas sekali pendapatan perusahaan perkebunan akan lebih rendah dari sebelumnya," kata analis perkebunan CIMB, Ivy Ng, seperti dikutip dari The Star, Sabtu (4/10/2008).
Secara keseluruhan, proyeksi harga CPO sama sekali belum menjanjikan dengan mempertimbangkan besarnya cadangan dan kemungkinan anjloknya permintaan. Namun menurut Ng, secara umum pasar memiliki konsensus bahwa harga CPO akan rebound pada kuartal IV sehubungan dengan masa produksi yang rendah pada akhir tahun.
Namun demikian, ia memperkirakan rebound itu tidak akan membuat harga saham-saham perkebunan ikut terkerek jika harga tidak menembus RM 3.400 atau RM 4.000 per ton.
Sementara Jim Teh dari Interband Group menargetkan harga CPO pada bulan depan sebesar RM 1.800 per ton. Namun menurutnya, pada harga itu perusahaan-perusahaan perkebunan tetap dapat menikmati marjin keuntungan yang sehat.
"Harga RM 1.800 cukup masuk akal bagi sektor perkebunan yang mempertimbangkan biaya harga RM 900. Pada kondisi pasar terkini, ini merupakan marjin yang cukup baik," imbuhnya. (qom/qom)










































