Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro disela rapat koordinasi perekonomian menanggapi krisis finansial AS di Gedung Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/10/2008).
"Yang perlu diwaspadai adalah pergerakan rupiah, karena akan berpengaruh terhadap exchange rate dan mempengaruhi penerimaan di bidang pertambangan dan energi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purnomo melanjutkan, ekspor di sektor energi seperti ekspor migas, LNG dan pertambangan tidak akan terganggu karena komoditi tersebut sangat dibutuhkan oleh negara-negara pengimpor. Sementara untuk investasi di sektor energi, biasanya dilakukan melalui investasi asing langsung untuk jangka panjang sehingga tidak mudah tergoncang.
"Karena di sektor kita dari perdagangannya dan investasi jangka panjang. Menurut kami, ekspor kami tidak akan terganggu. Karena ekspor kami selalu dibutuhkan negara-nagara importir. Sementara di bidang investasi, kita bentuknya jangka panjang. Dan itu dilakukan dengan FDI. Kita tidak menggunakan pasar modal ataupun IHSG. Jadi ke depannya mudah-mudahan tidak akan terganggu dengan kejadian di AS," ujarnya.
(lih/lih)











































