Hadapi Krisis AS, Presiden Gelar Sidang Paripurna Plus

Hadapi Krisis AS, Presiden Gelar Sidang Paripurna Plus

- detikFinance
Minggu, 05 Okt 2008 15:58 WIB
Hadapi Krisis AS, Presiden Gelar Sidang Paripurna Plus
Jakarta - Indonesia tak bisa menghindar dari dampak krisis finansial AS. Pemerintah pun merapatkan barisan. Presiden SBY pada Senin (6/10/2008) rencananya akan menggelar sidang paripurna dengan menteri terkait plus pengusaha, perbankan, akademisi dan analis.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan pers usai rakor dengan menteri ekonomi dan Gurbenur BI di Gedung Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/10/2008).

"Besok presiden akan undang sidang paripurna ditambah pengusaha yang diwakili Kadin, perbankan serta analis dan akademisi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sidang paripurna plus ini digelar sebagai langkap menyikapi kondisi ekonomi dunia yang berkembang belakangan ini, dimana AS telah meresmikan bailout senilai US$ 700 miliar untuk menyelamatkan perekonomian negara adidaya tersebut.

Pemerintah memperkirakan, pemulihan kondisi finansial AS ini akan butuh waktu yang lama. Dampaknya terhadap Indonesia pun tidak akan terasa hanya sebulan dua bulan, melainkan sampai beberapa kuartal ke depan.

"Krisis di AS ini berlangsungnya tidak seminggu dua minggu atau sebulan dua bulan. Ini bisa continue beberapa kuartal. Sehingga dampaknya bisa kita rasakan sampai beberapa kuartal kedepan. Oleh karena itu pemerintah terus memantau kondisi sekotor keuangan seperti perbankan, neraca pembayaran juga kita pantau, ekspor impor dan lainnya," ujarnya.

Untuk menghadapi dampak krisis AS tersebut, pemerintah akan terus berusaha untuk mengambil kebijakan yang tepat supaya tidak terjadi kepanikan. Langkah yang diambil antara lain melalui respons BI dan kebijakan pemerintah lainnya.

"Kita akan menyikapi bagaimana respons dari BI dan pemerintah tanpa menimbulkan spekulasi yang tidak perlu. Kita ingin menjaga agar ekonomi Indonesia tahan goncangan," ujarnya.

Sementara itu Menneg BUMN Sofyan Djalil menyatakan, pemerintah juga akan memanggil seluruh BUMN-BUMN kelas kakap dari berbagai sektor seperti perbankan dan energi. Sebut saja PLN, Pertamina, Antam, Bank Mandiri, dan BUMN lainnya termasuk BUMN yang sudah tercatat di bursa.

"Besok saya akan panggil seluruh BUMN besar untuk ikut sidang bersama Presiden. Nanti surat undangannya langsung dari Presiden. Agendanya yang pasti untuk bahas yang tadi diomongin," katanya.


(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads