Pinjaman yang berjangka waktu 32 tahun ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar seperti penyediaan fasilitas kebersihan, kesehatan, pendidikan dan transpor.
Demikian disampaikan Urooj Malik, Director of Agriculture, Environment and Natural Resources Division of the Southeast Asia Department ADB dalan siaran pers, Senin (6/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek ini akan melakukan rehabilitasi dan memperluas pelayanan infrastruktur di 1.650 desa di Jambi, Lampung, Riau, dan Sumatera Selatan, dengan merangkul 2 juta orang atau sekitar 400.000 Rumah Tangga.
ADB mencatat sekitar 2/3 penduduk miskin hidup di daerah pedesaan. Kenaikan harga pangan dan energi di pasar global mengancam penduduk ini untuk jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan.
Proyek ini ditargetkan dimulai pada tahun triwulan pertama tahun 2009 dan selesai pada tahun 2010. (ddn/ir)











































