Konsumsi Pemerintah Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi

Konsumsi Pemerintah Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi

- detikFinance
Senin, 06 Okt 2008 11:15 WIB
Konsumsi Pemerintah Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta - Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang hanya bergantung pada daya dorong konsumsi dalam negeri. Permintaan pasar global, sementara ini, melambat karena ekses krisis finansial di AS mengglobal.

Dunia kini dalam posisi menunggu kemampuan AS menyelamatkan sektor keuangannya, karena sektor riil global tidak bisa hidup kalau kran kredit untuk modal kerja dan belanja bahan baku tidak segera dibuka oleh industri perbankan dunia,

Demikian disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia Bambang Soesatyo kepada detikFinance di Jakarta, Senin (6/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Daya beli rakyat kita yang masih lemah menyebabkan konsumsi masyarakat tak bisa diandalkan sebagai pendorong pertumbuhan. Maka, kita sekarang hanya bisa mengandalkan konsumsi pemerintah," katanya.

Bambang mengatakan sungguh menyedihkan, karena pemerintah baru menyiapkan langkah untuk mendorong percepatan penyerapan anggaran belanja pemerintah yang hingga Oktober 2008 ini baru 46 persen.  

"Juga konyol karena pemerintah tahu bahwa lambannya penyerapan anggaran belanja menghambat pertumbuhan sektor riil, tapi tak pernah bekerja keras mengatasi persoalnnya. Kadin sejak lama dan sudah berulang-ulang mengingatkan hal ini," tuturnya.

Dikatakan Bambang, target pertumbuhan 6,3% (2008) itu tentu sangat tergantung kepada penyerapan anggaran belanja pada APBN-P 2008.

"Pertanyaannya adalah apakah seluruh instrumen pemerintah baik pusat maupun daerah, berani bekerja cepat dalam tiga bulan ke depan agar sisa anggaran belanja 2008 yang 54 persen itu terserap semua?" pungkasnya.  

Menkeu Sri Mulyani kemarin mengungkapkan, penyerapan anggaran belanja APBNP-2008 kemungkinan hanya akan mencapai 92%. Per akhir September, anggaran yang terserap baru 50,7 persen.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads