Menurut Menneg BUMN Sofyan Djalil, masalah krisis keuangan datangnya dari luar negeri jadi Indonesia hanya mendapat dampaknya saja. Berbeda dengan krisis pada tahun 1998 yang masalahnya datang dari dalam negeri.
"Dalam kondisi seperti ini seharusnya kita jangan panik, kita hanya kena dampaknya saja karena masalah datangnya dari luar bukan dari dalam," ujarnya di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (6/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, supaya ada kesamaan persepsi mengenai krisis beberapa BUMN besar akan ikut serta dalam sidang kabinet yang akan dilakukan siang ini pukul 14.00 WIB di Gedung Utama Setneg Lantai II.
Sidang Kabinet tersebut akan membahas pengaruh krisis ekonomi global terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. Pertemuan itu selain dihadiri pemerintah juga dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Kadin, perbankan nasional dan pengamat di bidang ekonomi dan keuangan.
"Semua BUMN besar akan dipanggil supaya ikut dengar, sehingga semua orang bisa punya persepsi yang sama," ujarnya.
Ia mengatakan, yang akan dipanggil ikut serta sidang kabinet bersama Presiden adalah PT PLN, Pertamina, PT Aneka Tambang Tbk, PT Timah Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Telkom Tbk dan beberapa BUMN besar lainnya.
Sementara mengenai privatisasi ia menilai, pemerintah harus lebih bersabar dalam melakukan privatisasi BUMN tahun ini. Langkah pemerintah untuk tidak mengajukan privatisasi di tahun 2009 dinilai tepat.
"Ya dengan kondisi seperti ini tinggal carry over saja, kita juga harus bersabar dulu lah untuk privatisasi," tuturnya.
(ang/ddn)











































