Upaya menggenjot ekspor tersebut bisa dilakukan dengan melakukan strategi dumping ke pasar-pasar potensial termasuk Indonesia.
Demikian dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi saat dihubungi detikFinance, Senin (6/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memperkirakan ekspor Indonesia dalam waktu 3 bulan ke depan akan semakin sulit, terlebih lagi harga komoditas seperti CPO yang selama ini menjadi andalan Indonesia kian luruh. Indonesia, lanjut Sofjan, harus mampu membuka pasar baru dan memaksimalkan pasar domestik.
"Dalam waktu 3 bulan ke depan ekspor akan terancam, karena ada kontrak baru, ini akan sulit. Tahun 2009 ekspor kita akan terganggu kita tidak akan tahu sejauh mana dalamnya," imbuhnya.
Ia juga meminta kepada pemerintah agar melakukan pengetatan impor untuk barang-barang yang tidak perlu termasuk barang-barang mewah (luxury goods) seperti mobil-mobil mewah dan lainnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) MS Hidayat saat dihubungi, mengatakan untuk mengantisipasi penurunaan permintaan ekspor dan penurunan harga komoditas perlu adanya langkah-langkah seperti diversifikasi pasar, mempererat hubungan bilateral dan multilateral antar negara.
"Perlu diversifikasi pasar, pemerintah dan swasta harus mencari peluang baru, pasar baru dengan peningkatan hubungan bilateral. Domestik market perlu diperkuat terutama menahan laju impor barang-barang yang tidak perlu," ujarnya.
Meskipun menurutnya untuk barang impor seperti bahan baku barang modal untuk keperluan industri masih diperlukan sehingga tidak perlu direm. (hen/ir)











































