Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, total kebutuhan elpiji nasional pada 2009 mencapai 2,9 juta ton.
"Volume elpiji PSO (3 kg) sebesar 1,6 juta ton, yang non PSO (12 kg dan 50 kg) sekitar 1,3-1,4 juta ton," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan sebesar itu, pasokan elpiji tersebut akan dipenuhi dari kilang Pertamina sebanyak 850 ribu ton. Selain itu Pertamina juga akan mendapat pasokan dari KKKS yang beroperasi di Indonesia.
"Sisanya akan kita seimbangkan melalui impor," katanya.
Menurut Hanung, pasokan elpiji dari KKKS dalam negeri tahun depan akan mengalami kenaikan terutama dari penambahan produksi lapangan Pangkah yang dioperasikan Hess.
Sementara hingga akhir September 2008 tingkat konsumsi elpiji mencapai 5.700 ton per hari. Terdiri dari elpiji PSO (3 kg) mencapai 2.000 ton per hari dan non PSO sekitar 3.700 ton per hari.
"Untuk Oktober konsumsinya kemungkinan bisa sampai 6.000 ton per hari secara total. Untuk elpiji yang 3 kg sampai akhir 2008 malah bisa sampai 2.500 ton per harinya," katanya. (lih/ir)










































