"Kami akan sampaikan ke DPR mengenai risiko yang semakin hari-semakin nyata," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat bersama Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Senin (6/10/2008).
Menurutnya, revisi dari pertumbuhan ekonomi dan beberapa indikator asumsi makro yang mempengaruhi postur dari APBN perlu ditinjau kembali. Tapi, hal tersebut tidak harus mengubah keseluruhan skenario program-program pemerintah yang sangat penting dan dianggap prioritas.
Ia mengharapkan, meski ada beberapa hal yang harus diteliti dan ditinjau kembali dalam APBN 2009 bisa diselesaikan pada 25 Oktober 2008.
Ia menambahkan, idealnya format APBN harus bisa mengakomodasi perkembangan yang terjadi saat ini dan tahun mendatang tanpa mengorbankan prioritas pembangunan. "Format APBN harus bisa menjawab tantangan dan menjaga program-program untuk kesejahteraan rakyat supaya tidak terganggu," ujarnya.
Ia juga mengatakan, dampak krisis keuangan dan perekonomian global terhadap perekonomian Indonesia akan terus ditinjau pemerintah. "Kita akan diskusikan lagi tanpa harus mengganggu jadwal penyelesaian APBN," pungkasnya. (ang/ir)











































